Prosedur Standar Operasional (POS) Ujian Nasional tahun 2013 Alhamdulilah sudah ada, yang membutuhkan silahkan bisa berkunjung dan mendowload di sini
www.unsd.org/2013/01/download-pos-un-2013.htm
Guru PAI SMPN 17 Bandung (Berikhtiar Menjadi Insan Bijak Dengan Berbagi Ilmu)
Cari Blog Ini
Senin, 04 Februari 2013
Permendikbud Nomor 3 tahun 2013 tentang Kriteria dan Penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2013
Berikut kami sampaikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 3 Tahun 2013
Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dan
Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Dan Ujian Nasional Tahun 2013
kemdikbud.go.id/kemdikbud/pengumuman/1003
kemdikbud.go.id/kemdikbud/pengumuman/1003
Minggu, 02 Desember 2012
STRATEGI JITU MENGHADAPI UJIAN
STRATEGI JITU MENGHADAPI UJIAN
Dinamika kehidupan manusia
salah satunya adalah ujian hidup. Setiap saat kita tidak akan terlepas dari
berbagai ujian, dari mulai yang ringan sampai yang berat. Ujian merupakan
sarana tempaan yang akan membedakan kualitas seseorang, apakah baik atau buruk
akhlaknya, kuat atau lemah imannya? Begitu juga dalam dunia pendidikan, seorang
peserta didik yang ingin naik kelas atau teruji hasil belajarnya dalam kurun
waktu tertentu tidak terlepas dari ujian-ujian atau evaluasi pembelajaran, disini
akan terlihat pembeda siapa siswa yang unggul dan siswa yang kropos?
Dengan demikian, evaluasi
pembelajaran merupakan satu proses praktik
lapangan dari teori yang telah dipelajari selama belajar. Keberhasilan
dalam ujian adalah harapan semua peserta didik. Namun, pada kenyataannya tidak
semua peserta didik dapat mencapai hasil atau prestasi yang baik sesuai
harapan. Bahkan tidak sedikit peserta didik yang tidak lulus dan harus
mengulang/ diremedial.
Persiapan yang matang adalah
sebuah keharusan mutlak untuk mencapai suatu keberhasilan dalam menghadapi
ujian. Karena pepatah bijak mengatakan ‘persiapan yang matang merupakan
setengah dari kesuksesan, kurang persiapan berarti merencanakan kegagalan,
harapan yang ditargetkan tidak akan tercapai’. Siap atau tidak siap seorang
pembelajar tetap harus menjalani ujian, mulai dari ulangan harian, ulangan
tengah semester, ulangan akhir semester sampai ujian nasional.
Seorang pembelajar yang baik
adalah memfokuskan diri untuk mempersiapkan hal-hal penting yang menunjang pada
kesuksesan sebuah ujian. Secara umum menurut Alif Firdausi dalam bukunya
Rahasia Para Bintang dan dari berbagai referensi ada empat strategi yang dapat
dipersiapkan peserta didik dalam menghadapi UJIAN.
Pertama, Persiapan
Fisik.
Kesehatan merupakan kesehatan
merupakan modal utama siswa untuk melakukan kegiatan belajar, karena dengan
kondisi kesehatan yang baik, fit, dan bugar siswa dapat belajar, mengikuti
ulangan dan ujian dengan baik pula. Jika kondisi kesehatan terganggu, belajar
dan menjalani ujian jelas akan terganggu. Oleh karena itu, untuk mencapai
kesehatan yang baik, disarankan tidur yang cukup, makan makanan yang halal dan
bergizi (halalan thoyyiban), lakukan olah raga secukupnya. Yang tidak
kalah pentingnya siswa harus menjauhkan diri dari hal-hal yang berbahaya atau bias
menimbulkan kecelakaan, karena siswa tidak menginginkan saat ujian nanti mengerjakannya
di rumah sakit.
Kedua, Persiapan Mental (emosi/psikologis)
Menjelang
ujian siswa harus memiliki kestabilan mental/emosi, karena hal ini merupakan faktor
sangat penting untuk menunjang keberhasilan ujian. Untuk menjaga kestabilan
mental/emosi, peserta didik seyogyanya menenangkan hati dan pikiran (Colling
Down), jauhkan diri dari keributan, bertengkar, melakukan sesuatu yang
membuat orang tua marah, aksi naksir cewek atau cowok, bersikap terlalu percaya
diri (over confident) berprasangka buruk kepada orang lain. Pokonya tata
hati dan pikiran setenang mungkin (enjoy), insya Allah dengan hati yang
tenang dan pikiran yang jernih , masa ujian akan dilalui dengan antusias (bersemangat,
bergairah). Dengan mental/emosi yang stabil insya Allah tidak akan menemui
kendala yang berarti, sebaliknya melalui masa ujian dengan penuh kegembiraan
dan berbobot (GEMBROT).
Ketiga, Persiapan Ruhani
Persiapan
ruhani merupakan bagian yang sangat penting disamping persiapan fisik dan
mental/emosi. Sadarlah bahwa kita hanyalah makhluk Allah yang hanya bisa
melakukan usaha semata. Sementara ketentuan dan hasil hanyalah Allah yang
menentukan. Dalam persiapan ruhani penulis sarankan lakukanlah hal-hal berikut:
- Dirikanlah salat fardhu lima waktu, karena salat adalah mediator/penbolong yang menghubungkan seorang hamba dengan al Kholiq Sang Pencipta, yang senantiasamenurunkan pertolongan dan solusi bagi hamba-hamba-Nya yang menegakkan salat. Wasta’iinuu bish shabri wash sholati (QS al Baqarah:45) “dan jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu”.
- Dirikanlah salat malam (tahajjud)
Dari Abu Hurairah ra,
berkata, Rasulullah SAW bersabda: Setiap malam Rabb kita turun ke langit
dunia itu pada sepertiga malam yang akhir, Allah berfirman:”siapakah yang
berdoa kepada-Ku? Maka Aku kabulkan doanya, siapakah yang meinta kepada-Ku?
maka Aku penuhi permintaannya, siapakah yang memohon ampun kepada-ku? Maka Aku
ampuni dosanya”. (HR. Bukhari Muslim). Jelaslah hanya orang-orang yang
melaksanakan salat tahajjud yang bisa mendapatkan kesempatan tersebut.
- Senantiasa berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT
Doa adalah senjata
ampuh yang tidak terhadang, melebihi kehebatan pedang yang tajam atau tombak
yang runcing, bahkan senjata canggih sekalipun. Manusia dengan segala
kelemahannya, ternyata menyimpan kekuatan dahsyat dalam doanya. Oleh karena
itu, jangan segan-segan berdoalah kepada Allah dalam setiap kesempatan, mintalah keterangan dan ketenangan hati
sehingga Allah memberikan kemudahan, kelancaran dalam menjalani ujian, mintalah
yang dipelajari keluar dalam ujian.
- Mintalah doa restu dari kedua orang tua, guru-guru yang telah menjadi jalannya ilmu (guru TK, SD, SMP, dan guru spiritual/ngaji)
Kunjungi mereka dan mintalah
kepada mereka untuk mendoakanmu semoga berhasil dalam ujian. Sebaliknya doakan
juga mereka semoga diberikan keberkahan hidup.
- Banyaklah berdzikir dan membaca al Quran
Dengan banyak
berdzikir dan membacakan al Quran pada setiap kesempatan, Insya Allah akan
menyebabkan hatimu menjadi tenang dan terang. Firman Allah SWT:
“sesungguhnya banyak
mengingat Allah (dzikir) hati akan menjadi tenang”. (QS Ar Ra’du:28)
Ketahuilah sebaik-sebaik
berdzikir adalah membaca al Quran.
- Jauhilah ma’siat dan dosa besar, karena hal tersebut akan membuat hatimu menjadi resah dan hidupmu tidak berkah. Ma’siat dan dosa besar salah satunya dengan sengaja meninggalkan shalat fardhu.
Keempat, Persiapan
Ilmu (materi pelajaran)
Keberhasilan menjalani ujian,
diperlukan ilmu yang memadai, pemahaman materi yang mendalam. Oleh karena itu,
belajar yang lebih giat dan bersemangat harus terus dikobarkan. Hal ini
mengingat materi pelajaran relatif lebih banyak (beberapa Bab) dan tingkat
kesulitan materi pelajaran lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Disarankan peserta
didik belajar secara mandiri terjadwal dan belajar kelompok terjadwal.
Belajar mandiri bisa
dilakukan dengan cara membaca buku catatan, buku-buku di perpustakaan, berlatih
dengan soal-soal latihan. Karena buku catatan dan latihan soal adalah salah
satu sumber jawaban dari seluruh pertanyaan ujian. Belajar kelompok dapat
dilakukan dengan membahas, mendiskusikan materi yang dianggap sulit. Dengan diskusi
peserta didik dapat bertukar informasi, pendapat, dan saling menimba pengalaman
masing-masing. Dengan suasana belajar seperti ini Insya Allah tidak akan
‘BETE’ justru akan lebih enjoy
dan fun, betul tidak?
Untuk menambah keyakinan akan
sukses dalam menjalani ujian, jangan pernah memikirkan kegagalan, hilangkan
berbagai gambaran negatif (pesimis), karena hal itu akan melemahkan motivasi
dan harapan. Sebaiknya peserta didik menata hati dan membangun pikiran positif
(optimis) dari sekarang. Fokuskan pikiran kepada belajar, bayangkan
kesuksesanmu, bangun impianmu untuk berhasil. Dengan demikian usahamu untuk
mencapai tujuan dan harapan akan semakin gigih. Rintangan dan kesulitan yang
dihadapi anggap sebuah tangga yang akan mengantarkan pada kesuksesan.
Pada saat ujian, setidaknya
ada delapan langkah yang harus peserta didik lakukan:
- Datang ke sekolah lebih awal dengan persiapan yang mantap
Usahakan datang ke
tempat ujian 30 menit sebelum masuk, dan perlengkapan untuk ujian jangan sampai
ketinggalan, mulai dari kartu ujian, papan dada, pensil, pulpen, penghapus, dan
yang lainnya. Insya Allah dengan datang lebih awal dan perlengkapan yang
komplit dijamin akan sangat membantu konsentrasi selama mengerjakan ujian.
- Baca petunjuk perintah
Baca petunjuk perintah
dengan teliti, karena banyak peserta didik yang mengalami kegagalan ujian hanya
gara-gara menganggap remeh petunjuk perintah.
- Duduk rileks dan waspada
Duduklah di kursi
dengan rileks, taruhlah tangan di atas paha, kendorkan seluruh otot,
persendian, dan tenangkan pikiran.
- Berdoa, tenang dan percaya diri
Berdoalah kepada Allah
agar diberikan ketenangan, kemudahan, dan kefahaman dalam mengerjakan soal-soal
ujian. Tariklah nafas dalam-dalam melalui hidung, saat menarik nafas gambarkan
seolah-olah Ananda sedang menghirup keyakinan dan kepercayaan diri. Keluarkan nafas
melalui mulut dengan membayangkan seolah Ananda sedang mengeluarkan seluruh
ketakutan, kecemasan, dan kebimbangan.
- Bila waktu luas, priview soal-soal
Luangkan 10% dari
waktu keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam,
tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab
masing-masing soal.
- Jawab soal-soal ujian dengan strategi
Mulailah menjawab
pertanyaan yang mudah dan tentunya sudah diketahui pasti jawabannya. Kemudian baru
menjawab soal-soal yang dianggap sulit.
- Periksa ulang jawabannya
Sisihkan 10% waktu
untuk memeriksa ulang jawaban, dan ada baiknya periksa lagi lembar jawaban (LJK)
mulai dari identitas sampai kepada jawaban, mungkin saja ada yang terlewat atau
kurang tebal bulatannya.
- Ucapkanlah hamdallah
Selesai mengerjakan
ujian, ucapkanlah hamdallah ”Alhamdulillaahi Robbil ‘Alamiin”. Sebagai tanda
syukur atas limpahan karunia Allah. Kemudian sabar dan tawakkal, serahkan
segalanya kepada Allah, semoga Allah memberikan yang terbaik.
Akhirnya dengan meluruskan niat, membulatkan
tekad, dan menyempurnakan ikhtiar lahir dan bathin, mudah-mudahan Allah SWT
mentakdirkan para siswa berhasil dan lulus dengan nilai yang terbaik serta ada
dalam ridha Allah SWT. Amiin
“Bersiaplah menghadapi ujianmu dan bersabarlah menghadapin
Sabtu, 24 November 2012
UCAPAN SELAMAT HUT PGRI KE 67 DAN HARI GURU NASIONAL
"Selamat
kepada saudaraku guru, engkau telah mengambil keputusan yang tepat memilih
profesi yang mulia, memikul risalah yang abadi, engkau telah menjejakkan kaki
di pelataran untuk membangun dan mencetak generasi bangsa. engkaulah tumpuan
harapan semua, engkau jalan kami, tidak hanya kepada para siswa dan para pemuda
tetapi kepada seluruh manusia. Guru saudaraku, engkau tidak membutuhkan
kata-kata indah dan tiupan seruling tanda selamat datang, karena engkau laksana bintang, walau jauh dia bercahaya, meski kadang menghilang dia tetap ada.
Mudah-mudahan pengabdian dan bhakti yang telah kita lakukan pada bangsa dan negara menjadi amal sholih Li Illa Kalimatillah sebagai bekal kita. Amiin
Kamis, 22 November 2012
Puasa Asyura
Disunnahkan Puasa Asyura Tanggal 9 dan 10 Muharram
Puasa selain merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah
Subhanahu wa Ta’ala juga mengandung sekian banyak manfaat yang lain.
Dengan berpuasa seseorang dapat mengendalikan syahwat dan hawa nafsunya.
Dan puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Puasa juga dapat
menghapus dosa-dosa dan memberi syafaat di hari kiamat. Dan puasa juga
dapat membangkitkan rasa solidaritas kemanusiaan, serta manfaat lainnya
yang sudah dimaklumi terkandung pada ibadah yang mulia ini.
)* Pada tahun ini, tanggal 9 Muharram bertepatan dengan hari Senin (5 Desember 2011). Tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari Selasa (6 Desember 2011) dan 11 Muharram bertepatan dengan hari Rabu, (7 Desember 2011). Untuk CEK Kalender Hijriyah klik disini..!
Pada bulan Muharram ada satu hari yang dikenal dengan sebutan hari ‘Asyura. Orang-orang jahiliyah pada masa pra Islam dan bangsa Yahudi sangat memuliakan hari ini. Hal tersebut karena pada hari ini Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Bersyukur atas karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya, Nabi Musa ‘alaihissalam akhirnya berpuasa pada hari ini. Tatkala sampai berita ini kepada Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wassalam, melalui orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah beliau bersabda,
فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ
“Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi)”.Yang demikian karena pada saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sampai di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah berpuasa pada hari ini, maka beliau sampaikan sabdanya sebagaimana di atas. Semenjak itu beliau Shallallahu’alaihi wasallam memerintahkan ummatnya untuk berpuasa, sehingga jadilah puasa ‘Asyura diantara ibadah yang disukai di dalam Islam. Dan ketika itu puasa Ramadhan belum diwajibkan.
Adalah Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhu yang menceritakan kisah ini kepada kita sebagaimana yang terdapat di dalam Shahih Bukhari No 1900,
قَدِمَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِيْنَةَ فَرَأَى
اليَهُوْدَ تَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاء فَقَالَ:ماَ هَذَا؟ قَالُوْا هَذَا
يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللهُ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ مِنْ
عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوْسَى. قَالَ: فَأَناَ أَحَقُّ بِمُوْسَى
مِنْكُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
“Tatkala Nabi Shallallahu’alaihi wasallam datang ke Madinah beliau
melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau
Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang
Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan
Bani Israil dari musuhnya, maka Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari
ini. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Saya lebih berhak
mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari
itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. [HR Al Bukhari]Dan dari Aisyah radiyallahu ‘anha, ia mengisahkan,
كَانَ
رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ
عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ
شَاءَ أَفْطَرَ
“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura.
Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa
di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak
berpuasa) ia boleh berbuka”. [HR Al Bukhari No 1897]Keutamaan puasa ‘Asyura di dalam Islam.
Di masa hidupnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam berpuasa di hari ‘Asyura. Kebiasaan ini bahkan sudah dilakukan beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam sejak sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan dan terus berlangsung sampai akhir hayatnya. Al Imam Al Bukhari (No 1902) dan Al Imam Muslim (No 1132) meriwayatkan di dalam shahih mereka dari Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَتَحَرَّى صِيَامَ يَومَ فَضْلِهِ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا اليَوْمِ
يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ وَهذَا الشَّهْرُ يَعْنِي شَهْرُ رَمَضَانَ
“Aku tidak pernah mendapati Rasulullah menjaga puasa suatu hari
karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini
yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan”.Hal ini menandakan akan keutamaan besar yang terkandung pada puasa di hari ini. Oleh karena itu ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam ditanya pada satu kesempatan tentang puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan, beliau menjawab bulan Allah Muharram. Dan Al Imam Muslim serta yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ. وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةَ، صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan
Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah
shalat malam”.Dan puasa ‘Asyura menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Al Imam Abu Daud meriwayatkan di dalam Sunan-nya dari Abu Qatadah Radhiallahu’anhu
وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ
“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”.Hukum Puasa ‘Asyura
Sebagian ulama salaf menganggap puasa ‘Asyura hukumnya wajib akan tetapi hadits ‘Aisyah di atas menegaskan bahwa kewajibannya telah dihapus dan menjadi ibadah yang mustahab (sunnah). Dan Al Imam Ibnu Abdilbarr menukil ijma’ ulama bahwa hukumnya adalah mustahab.Waktu Pelaksanaan Puasa ‘Asyura
Jumhur ulama dari kalangan salaf dan khalaf berpendapat bahwa hari ‘Asyura adalah hari ke-10 di bulan Muharram. Di antara mereka adalah Said bin Musayyib, Al Hasan Al Bashri, Malik, Ahmad, Ishaq dan yang lainnya. Dan dikalangan ulama kontemporer seperti Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah. Pada hari inilah Rasullah Shallallahu’alaihi wasallam semasa hidupnya melaksanakan puasa ‘Asyura. Dan kurang lebih setahun sebelum wafatnya, beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ َلأَصُوْمَنَّ التَاسِعَ
“Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”Para ulama berpendapat perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam , “…aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”, mengandung kemungkinan beliau ingin memindahkan puasa tanggal 10 ke tanggal 9 Muharram dan beliau ingin menggabungkan keduanya dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura. Tapi ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ternyata wafat sebelum itu maka yang paling selamat adalah puasa pada kedua hari tersebut sekaligus, tanggal 9 dan 10 Muharram.
Dan Al Imam Asy-Syaukani dan Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan puasa ‘Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa di hari ke 10 saja, tingkatan kedua puasa di hari ke 9 dan ke 10 dan tingkatan ketiga puasa di hari 9,10 dan 11.
Wallahua’lam.
URL Sumber http://www.ahlussunnah-jakarta.org/detail.php?no=176
Kamis, 08 November 2012
LAPORAN KEGIATAN QURBAN HASIL PESERTA DIDIK
LAPORAN KEGIATAN PENYEMBELIHAN HEWAN
QURBAN
CIHAURKUKU RT 01 RW 01 KELURAHAN
ANTAPANI WETAN KECAMATAN ANTAPANI
KOTA BANDUNG
Ditujukan untuk memenuhi Tugas Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Kelas IX Semester Ganjil Tahun
Pelajaran 2012-2013
Disusun Oleh ;
AHMAD SAHID MEGANTARA
KELAS IX A
SMP NEGERI 17 BANDUNG
JL. PACUAN KUDA ARCAMANIK TELP. (022)7275986
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………………………………………………………………………………… i
Daftar isi ……………………………………………………………………………………… ii
BAB I Pendahuluan
a. Latar Belakang ………………………………………………………………………………………. 1
b. Dasar Hukum
………………………………………………………………………………………… 2
c. Maksud dan
Tujuan …………………………………………………………………………………2- 4
BAB II Isi Laporan
a. Jenis Kegiatan........................................................................................................................................
5
b. Tempat dan Waktu
Kegiatan ……………………………………………………………………........
5
c. Petugas Kegiatan
………………………………………………………………………………........ 5
d. Daftar Mudhori
……………………………………………………………………………………. 5- 6
e. Jumlah Hewan
Qurban ……………………………………………………………………………....
6
f.
Tempat Pendistribusian Daging Qurban
…………………………………………………………....... 6
g. Hasil kegiatan
……………………………………………………………………………………....
7
h. Kesimpulan dan
saran ……………………………………………………………………………....
7
BAB III PENUTUP
……………………………………………………………………………… 8
Lampiran – lampiran
Kata pengantar
Alhamdulillah kita panjatkan puji dan syukur kekhadirat illahi
ALLAH SWT, atas segala nikmat dan ridhoNyalah , penulis dapat menyelesaikan
tugas ini tepat pada waktunya.
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas pelajaran Pendidikan
Agama Islam yaitu tentang penyembelihan hewan qurban. Selain itu juga untuk menambah
rasa keimanan dan ketaqwaan kepada ALLAH SWT, serta untuk meningkatkan ukhuwah
Islamiah melalui kegiatan penyembelihan hewan qurban dan juga memberikan
pembekalan kepada para pemuda tentang salah satu cara hidup secara Islami.
Terima kasih kami ucapkan kepada
Bapak Sholahudin Sanusi S.Ag, guru agama kami yang telah memberikan pembekalan
pengetahuan tentang qurban dan telah memfasilitasi kami untuk mengadakan
observasi tentang pelaksanaan pemotongan hewan qurban langsung ke lapangan.
Terima kasih juga kami haturkan kepada
semua pihak yang telah membantu penyelesaian laporan ini.
Penulis menyadari laporan ini jauh
dari kesempurnaan, namun penulis tetap berharap semoga laporan ini bermanfaat
khususnya bagi penulis sendiri, umumnya untuk semua pembaca laporan ini.
Alhamdulillah hirobbil a’lamiin.
Wasalam
Penullis
BAB 1
Pendahuluan
a. Latar
Belakang Kegiatan
Perayaan
idul adha ditandai dengan penyembelihan hewan yang membawa pikiran, hati dan
keimanan kita yang larut pada peristiwa puluhan abad yang lalu yaitu kisah
tentang Nabi Ibrahim A.S dan putranya Ismail yang begitu sabar dan patuh pada
perintah Allah Swt, yang sisahnya dituliskan dalam Qur’an surat Ash-Shaffat
ayat 102-105 yg artinya “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim)
berkata, “Wahai anakku! Sesungguh nya aku bermimpi bahwa aku menyembelih-mu,
maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”. Dia Ismail menjawab, “Wahai ayahku!
Lakukanlah apa yang dipertahankan Allah ke pada mu, InsyaAllah engkau akan
mendapatiku termasuk orang yg sabar”. Maka ketika keduanya telah berserah diri
dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya di atas pelipisnya (Untuk melaksanakan
perintah Allah”. Lalu kami pangil dia, “Wahai Ibahim !”. suguh engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah
kami memberi balasan kepada orang-orang yg berbuat baik”. Peristiwa ini membawa
kesan yg sangat mendalam bagi kita betapa tidak selama bertahun-tahun Nabi
Ibrahim menunggu kehadiran sang buah hati ternyata di uji allah untuk
menyembelih putranya sendiri, Ismail. Nabi Ibrahim dituntup untuk memilih
perintah allah atau mempertahankan putranya dengan tidak mengindahkan perintah
Allah. Sebuah pilihan yg dilematis, karena di dasarin dengan sebuah ketakwaan
yg kuat kepada allah, perintah Allah pun di laksanakan, walau pada akhirnya
Nabi Ismail tidak jadi di sembelih dengan digantikan dengan seekor domba.
Perintah
Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya di saat Nabi Ibrahim tengah
bahagia dengan kehadiran putra kesayangannya, Ismail begitu mengandung
pembelajaran penting bagi peningkatan kualitas seorang muslim.
b. Dasar hukum
penyembelihan hewan qurban
1. Qur’an surat
Ash-Shaffat ayat 102-105 yg artinya “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim)
berkata, “Wahai anakku! Sesungguh nya aku bermimpi bahwa aku menyembelih-mu,
maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”. Dia Ismail menjawab, “Wahai ayahku!
Lakukanlah apa yang dipertahankan Allah ke pada mu, InsyaAllah engkau akan
mendapatiku termasuk orang yg sabar”. Maka ketika keduanya telah berserah diri
dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya di atas pelipisnya (Untuk melaksanakan
perintah Allah”. Lalu kami pangil dia, “Wahai Ibahim !”. suguh engkau
telah membenarkan mimpi itu. Sungguh,
demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yg berbuat baik”.
2. Qur’an surat
Al-Hajj ayat 4 yg artinya “dan tiap-tiap
umat telah kami syariatkan pengembelihan (Qurban) , supaya mereka me-nyebut
nama allah terhadap binatang ternak yg telah direzekikan Allah kepada mereka, maka
Tuhan mu iyalah Tuhan yg maha Esa, Karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya.
Dan berilah kabar gembira orang-orang yg tunduk patuh (kepada Allah).
c. Maksud dan
tujuan kegiatan
1. Meningkatkan
Ketakwaan
Pengertian
takwa terkait dengan ketaatan seorang hamba kepada sang Kholik untuk menjalankan perintah-Nya.
Tingkat ketakwaaan seserang dapat di ukur dari kepedulian terhadap
sesamanya.
2. Meningkatkan
Kesabaran
Nabi
Ibrahim dan Ismail adalah hasil dari sebuah pemahaman atas keyakinan dan
keimanan yg mutlak kepada Allah, keyakinan dan keimanan bahwa sesungguhnya
segala yg datang dari Allah adalah sebuah kebenaran. Hikmah yg bisa kita ambil
dari kisah ini adalah bagaimana kita mampu memahami hakikat sabar itu, sabar
bukan sekedar menahan marah, menahan
emosi tapi lebih dari itu sebuah kesadaran harus lah datang dari jiwa yg
dipenuhi akan keyakinan dan keimanan atas kebenaran yang datang dari Allah.
3. Meningkatkan
Keikhlasan
Mencoba
bercermin dari kisah Nabi Ibrahim dah Ismail sekedar mengambil pelajaran bahwa
ketika Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih anaknya dan setelah
melalui pengolakan batin yg luar biasa akhirnya beliau memantapkan hati untuk
melaksanakan perintah tersebut ikhlas yg
dalam hal ini beliau menyadari bahwa allah yg telah memberinya anugerah
keturunan yg sangat didambakannya dan allah pun yg akan mengambilnya kembali.
Harta, kekuasaan, jabatan, hidup dan mati, keturunan dan segala anugerah kenikmatan
yg kita rasakan pda hakikatnya adalah milik allah dan setiap saat atau kapanpun
allah menghendaki maka dia berhak untuk mengambilnya kembali. Pada saat itulah
kita diuji apakah kita sanggup merelakan apa yg menurut kita adalah milik kita
sendiri untuk diambil kembali oleh pemiliknya yg hakiki.
4. Meningkatkan
Syiar Agama
Berqurban
adalah sebagian dari syiar agama islam, seperti yg dituliskan dalam Qur’an
surat Al-Hajj ayat 4 yg artinya “dan
tiap-tiap umat telah kami syariatkan pengembelihan (Qurban) , supaya mereka
me-nyebut nama allah terhadap binatang ternak yg telah direzekikan Allah kepada
mereka, maka Tuhan mu iyalah Tuhan yg maha Esa, Karena itu berserah dirilah
kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yg tunduk patuh
(kepada Allah).
5. Meningkatkan
Solidaritas sosial dan ukhwah islamiah
Kita
sering beranggapan bahwa apa yg kita raih adalah hasil jerih payah sendiri dan
melupakan Allah yg Maha memiliki segala apa yg kita miliki saat ini. Dengan
membagikan kepada kalangan tidak mampu merupakan salah satu bentuk kepedulian
social seorang muslim kepada sesamanya yg tidak mampu. Selain menumbuhkan rasa
solidaritas social, juga dapat merekatkan ukhuwah islamiyah antara tetangga,
bahwasanya tidak ada perbedaan suku, ras atau pun agama. Di hari raya Idul Adha
ini pula jalan pemer satu ummat, antara muslim dan non muslim itu bisa saling
menghormati dan menghargai.
BAB II
ISI LAPORAN
a. Jenis
kegiatan
Kegiatan
Penyembelihan Qurban ini merupakan rangkaian kegiatan setelah pelaksanaan
Sholat Idul Adha dalam rangka memperingati hari Raya Idul Adha 1433 H.
b. Tempat dan
Waktu Kegiatan
Pelaksanaan
Penyembelihan Hewan Qurban ini dilaksanakan di lapangan RT 01 RW 01 Cihaurkuku
setelah pelaksanaan Sholat Idul Adha, yaitu mulai jam 08.00 pagi, tanggal 10
DzulHijjah 1433 Hijriyah atau tanggal 26 Oktober 2012.
c. Petugas
Kegiatan
Petugas
pelaksana penyembelihan hewan qurban terdiri dari :
1. Ustad Subhan
2. Ustad Endang
saepudin
3. Pak Oyon
4. Pak Maman
5. Pak Jumli
6. Pak Obar
7. Pak Dedi
8. Beserta Staff
DKM Al Ikhlas RW 01 Cihaurkuku.
d. Daftar
Mudhohi ( Orang yang berqurban)
Di RW 01 pada tahun ini terdapat 26
Mudhohi, yaitu :
1. Hj. Siti Habsah
2. Asep Rahmat
Mulyana
3. Ahmad Sidik
Permana
4. Ahmad Sahid
Megantara
5. Nuning Nurjanah
6. Hj. Euis Titing
7. H. Umar Faqih
8. Hj. Nurhasanah
9. Budi
10. Tedi
11. Hj. Aang
12. HJ. Imas
13. Retno
14. Aisah
15. Sutardi
16. Nano Karno
17. Ai Dede
18. Dudun
19. Yayah
20. Ai Karmini
21. Heti
22. Nia
23. Huzaemah
24. Sulaeman
25. Ruhanah
26. Billy
e. Jumlah Hewan
Qurban
Banyaknya hewan Qurban adalah 3 ekor
Sapi an 5 ekor domba.
f.
Tempat pendistribusian daging Qurban
Setelah hewan qurban disembelih,
didistribusikan kepada warga masyarakat yang ada di Cihaurkuku Rw 01 Kel.
Antapani Wetan yang terdiri lebih dari 200 kepala keluarga.
g. Hasil
Kegiatan
1. Terpenuhinya
salah satu kewajiban, yaitu melaksanakan penyembelihan hewan qurban bagi kaum
yang mampu.
2. Terciptanya ukhuwah
Islamiyah.
3. Terjalinnya
silaturahmi antar sesama, bukan hanya dengan orang muslim, tetapi juga dengan
non-muslim yang ada di sekitar kita, karena mereka juga berhak menikmati
pestanya atau rezekinya orang muslim.
4. Terwujudnya
pembelajaran untuk hidup bersosial yang baik.
h. Kesimpulan
dan Saran
Kesimpulan :
Kegiatan Penyembelihan hewan Qurban adalah kegiatan rutin tahunan yang sudah
menjadi tradisi, selain merupakan ibadah
yang harus terus dijaga dan dilestarikan karena memiliki makna yang dalam yaitu
bukan hanya meningkatkan hubungan Vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga
meningkatkan Ukhuwah, meningkatkan hubungan horizontal dengan sesama. Dan
alhamdulilah tahun ini ada peningkatan Mudhori di Cihaurkuku, berarti adanya
peningkatan kesejahtraan dan peningkatan ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah
SWT.
Saran :
Pada masa yang akan datang,
diharapkan para petugas bukannya Staff DKM yang terdiri dari orang-orang tua,
tetapi melibatkan anak-anak muda, agar lebih tahu tentang agama, khususnya
masalah qurban, lebih tahu tentang lingkungan sosialnya, sehingga lebih
menyadari akan peran dan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus.
Bab III
PENUTUP
Tugas ini di buat untuk memenuhi tugas pelajaran Pendidikan
Agama Islam yaitu tentang penyembelihan hewan qurban. Selain itu juga untuk
menambah rasa keimanan dan ketakwaan kepada ALLAH Swt, serta untuk meningkatkan
ukuwah islamiah melalui kegiatan penyembelihan hewan qurban dan juga memberikan
pembekalan kepada para pemuda tentang cara hidup secara islami.
Terima kasih kami ucapkan kepada
Bapak Sholahudin Sanusi S.Ag, guru agama kami yang telah memberikan pembekalan
pengetahuan tentang qurban dan telah memfasilitasi kami untuk mengadakan
observasi tentang pelaksanaan pemotongan hewan qurban langsung ke lapangan.
Terima kasih juga kami haturkan kepada
semua pihak yang telah membantu penyelesaian laporan ini.
Penulis menyadari laporan ini jauh
dari kesempurnaan, namun penulis tetap berharap semoga laporan ini bermanfaat
khususnya bagi penulis sendiri, umumnya untuk semua pembaca laporan ini.
Alhamdulilah hirobbil a’lamiin.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Langganan:
Postingan (Atom)






