Guru PAI SMPN 17 Bandung (Berikhtiar Menjadi Insan Bijak Dengan Berbagi Ilmu)
Cari Blog Ini
Minggu, 31 Maret 2013
Jumat, 29 Maret 2013
TATA CARA SHOLAT TAHAJUD
TATA
CARA SHOLAT TAHAJUD
Dalam Al-Quran, terdapat banyak ayat
yang menjelaskan mengenai sholat Tahajud. Tak sedikit diantaranya menyebutkan
mengenai pahala yang akan diperoleh seseorang jika dia rajin melaksanakan
shalat Tahajud. Salah satunya dalam Al Quran Surat Adz-Dzariyaat [51]:15-17,
“Sesungguhnya
orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata-mata
air. Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya
mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka
sedikit sekali tidur di waktu malam”
Allah memuliakan orang yang suka melaksanakan
sholat Tahajud, “Dan dari sebagian malam ini gunakanlah untuk bertahajud sebagai
sholat sunat bagimu, semoga Tuhanmu akan membangkitkanmu pada kedudukan yang
terpuji.” (Q.S. Al-Israa’ [17]:79)
Tahajud adalah sholat yang dilakukan
pada malam hari diluar bulan Ramadhan. Hukum sholat Tahajud adalah sunah
muakad. Sholat ini merupakan sholat yang paling mulia setelah sholat wajib. Hal
ini sebagaimana yang diungkapkan Abu Hurairah r.a sebagaimana ucapan Rasulullah
Saw, “Puasa yang paling afdhal setelah
Ramadhan adalah puasa Muharram dan sholat yang paling afdhal setelah sholat
fardhu adalah sholat malam” (H.R. Muslim)
Rasulullah selalu mendoakan umatnya
yang rajin melaksanakan sholat Tahajud agar mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Sabda
beliau, “Semoga Allah merahmati suami
yang bangun pada malam hari, lalu melaksanakan sholat Tahajud dan membangunkan
istrinya. Jika istrinya menolak bangun, dia memercikan air ke wajah istrinya. Semoga
Allah merahmati istrinya yang bangun pada malam hari, lalu dia melaksanakan
Tahajud dan membangunkan suaminya untuk melaksanakan sholat Tahajud pula. Jika suaminya
menolak bangun, ia memercikan air ke wajah suaminya.” (H.R. Abu Daud)
1. Waktu
Pelaksanaan
Sholat Tahajud bisa dilaksanakan awal
malam (setelah Isya), tengah malam, atau akhir malam (menjelang Subuh/sekitar
pukul tiga malam). Hal ini menegaskan tentang kemudahan dalam beribadah bahwa
seorang muslim boleh melakukan sholat Tahajud pada waktu yang dia bisa,
misalnya setelah sholat Isya. Namun, walaupun begitu, alangkah baiknya jika
sholat Tahajud dilaksanakan pada tengah malam yang terakhir (sekitar pukul dua
atau tiga malam) untuk mencapai pahala yang maksimal.
Rasulullah S aw. bersabda, “Waktu Rabb berada paling dekat dengan
seorang hamba adalah paruh malam terakhir. Jika engkau bisa menjadi salah
seorang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu, lakukanlah.” (H.R.
Tirmidzi)
2. Jumlah
Rakaat
Jumlah rakaat dan tata cara
pelaksanaan sholat Tahajud sama dengan sholat Tarawih, yaitu 11 rakaat dengan
formasi 4 + 4 + 3 atau 2 + 2 + 2 + 2 +2 + 1. Hal tersebut berdasarkan pada banyak
hadits sahih, diantaranya sebagai berikut.
Aisyah r.a berkata, “Pada bulan Ramadhan maupun bulan lainnya,
Rasulullah Saw. Tidak pernah mengerjakan lebih dari sebelas rakaat. Beliau mulai dengan empat rakaat, dan jangan kau
tanyakan baik dan panjangnya sholat beliau. Kemudian, beliau melaksanakan empat
lagi, jangan kau tanyakan tentang baik dan panjangnya. Setelah itu, beliau
mengerjakan tiga rakaat…” (Mutafaq ‘alaih)
Sedangkan keterangan
yang menyebutkan sholat dilakukan dua rakaat-dua rakaat adalah sebagai berikut.
Aisyah r.a. berkata’ “Rasulullah Saw. pernah
melakukan sholat antara Isya dan Subuh sebanyak sebelas rakaat. Beliau salam
pada setiap dua rakaat dan witir satu rakaat .” (H.R. Bukhari)
- Tata
Cara Pelaksanaan Sholat Tahajud
Setiap ibadah yang dilakukan,
tentunya harus mengikuti tata cara ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Diantara tata cara sholat Tahajud tersebut adalah sebagai berikut.
a.
Saat
bangun, segera bersuci dan berdoa
Doa yang dimaksud adalah
لاإله الا أنت سبحانك اللهم زدني علما ولا تزغ
قلبي بعد إذ هديتني وهب لي من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
Laa ilaaha illaa anta subhaanaka allahuma zidnii 'ilman wa
laa tuzigh qalbii ba'da idz hadaitanii wa hablii min ladunka rahmatan innaka
antal wahhaabu.
Artinya : Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau ya Allah, aku minta ampun kepada-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku dan janganlah Engkau gelincirkan
hatiku setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan karuniakanlah rahmat untuk-ku daripada-Mu, sesungguhnya Engkaulah yang maha Memberi. (HR. Abu Daud)
Artinya : Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau ya Allah, aku minta ampun kepada-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku dan janganlah Engkau gelincirkan
hatiku setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan karuniakanlah rahmat untuk-ku daripada-Mu, sesungguhnya Engkaulah yang maha Memberi. (HR. Abu Daud)
الْحَمْدُ لِلَّهِالَّذِي أَحْيَانَابَعْدَمَا أَمَا تَنَاوَإِلَيْهِالنُّشُورُ
Alhamdulillaahil Ladzii Ahyaanaa Ba'da Maa Amaatanaa Wailaihin Nusyuur
Artinya :"Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan
kami dan kepada-Nya (kami) akan dibangkitkan."
Selanjutnya membaca ayat
190-200 surat Ali Imran,
Kemudian dilanjutkan membaca
doa
Allahumma lakal hamdu Anta nuurussamaawaati wal ardhi wa
man fiihinna. Walakal hamdu Anta Qoyyimussamaawaati wal ardhi wa man fihinna.
Walakal hamdu Anta robbussamaawaati wal ardhi wa man fiihinna Walakal hamdu
Anta mulkussamaawaati wal ardhi wa man fiihinna Walakal hamdu Anta
mulikussamaawaati wal ardhi Walakal hamdu, Antal haqqu wa wa’dukal haqqu, wa
qoulukal haqqu, wa liqoo ukal haqqu. Waljannatu haqqun wannaaru haqqun
Wannabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun, wassaa ‘atu aqqun. Allahumma laka
aslamtu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wabika aamantu. Wa ilaika aanabtu. Wabika
Khooshomtu. Wa ilaika haakamtu. Faghfirliiy maa qoddamtu wa maa akhkhortu. Wa
maa asrortu wa maa a’ lantu. Antal muqoddimu wa Antal mu akhkhiru. Laa ilaa ha
illaa anta Anta ilaahii Laa ilaaha illaa Anta
Artinya:
“Ya,
Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta
seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta
seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar,
bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada),
(terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-
Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah,
kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali
(bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir),
kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu,
ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang
mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau,
Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.
b.
Sebaiknya
membuka dengan dua rakaat yang ringan
c.
Lakukan
Tahajud dengan konsisten
- Trik
Agar Sukses Tahajud
a.
Menguatkan
niat untuk melaksanakan sholat Tahajud
b.
Menghindari
kemaksiatan di siang hari
c.
Menghindari
pembicaraan dan tontonan yang kurang perlu sebelum tidur
d.
Sedikit
makan sebelum tidur
e.
Menghindari
tidur terlalu malam
f. Mewaspadai bisikan setan.
Selamat menunaikan
ibadah sholat Tahajud, semoga Alloh SWT senantiasa memberikan kekuatan dan
kemampuan untuk melaksanakan ibadah sunah yang sangat besar sekali manfaatnya
ini.
Sumber : Buku Melangkah ke Surga dengan
Shalat Sunat sesuai dengan Contoh Rasulullah Saw, Karya Ustadz Dr. Aam Amirudin,
M.Si
Rabu, 20 Maret 2013
Video Motivasi UN
Ujian Nasional tahun 2013 bagi sebagian besar siswa, baik siswa SMP maupun SMA di seluruh Indonesia adalah suatu hal yang sangat menakutkan, mereka khawatir dengan kebijakan Kemendikbud tahun sekarang yang menaikan 10 persen tingkat kesulitan dan yang tidak kalah menakutkan pemerintah menyiapkan naskah soal UN yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang sama untuk setiap peserta dalam satu ruang ujian untuk UN SMP/MTs, dengan kata lain setiap siswa memiliki soal yang berbeda dalam satu ruang ujian (POS UN 2013).
pada kesempatan ini, saya berbagi video motivasi UN dari youtube,,,dengan harapan seluruh peserta ujian termotivasi untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, fokus dalam menghadapi Ujian Nasional 2013.
semoga Alloh SWT menakdirkan Ananda LULUS dalam menghadapinya....
pada kesempatan ini, saya berbagi video motivasi UN dari youtube,,,dengan harapan seluruh peserta ujian termotivasi untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, fokus dalam menghadapi Ujian Nasional 2013.
semoga Alloh SWT menakdirkan Ananda LULUS dalam menghadapinya....
Minggu, 10 Maret 2013
Contoh Soal USBN PAI SMP
Bagi peserta didik SMP yang membutuhkan contoh soal-soal USBN PAI silahkan berkunjung ke alamat dibawah ini dan bisa di download. Selamat belajar...semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran di dalam menghadapi ujian.
muhammadnuralim.blogspot.com/2013/01/contoh-soal-usbn-p...
muhammadnuralim.blogspot.com/2013/01/contoh-soal-usbn-p...
Senin, 04 Februari 2013
POS UN 2013
Prosedur Standar Operasional (POS) Ujian Nasional tahun 2013 Alhamdulilah sudah ada, yang membutuhkan silahkan bisa berkunjung dan mendowload di sini
www.unsd.org/2013/01/download-pos-un-2013.htm
www.unsd.org/2013/01/download-pos-un-2013.htm
Permendikbud Nomor 3 tahun 2013 tentang Kriteria dan Penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2013
Berikut kami sampaikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 3 Tahun 2013
Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dan
Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Dan Ujian Nasional Tahun 2013
kemdikbud.go.id/kemdikbud/pengumuman/1003
kemdikbud.go.id/kemdikbud/pengumuman/1003
Minggu, 02 Desember 2012
STRATEGI JITU MENGHADAPI UJIAN
STRATEGI JITU MENGHADAPI UJIAN
Dinamika kehidupan manusia
salah satunya adalah ujian hidup. Setiap saat kita tidak akan terlepas dari
berbagai ujian, dari mulai yang ringan sampai yang berat. Ujian merupakan
sarana tempaan yang akan membedakan kualitas seseorang, apakah baik atau buruk
akhlaknya, kuat atau lemah imannya? Begitu juga dalam dunia pendidikan, seorang
peserta didik yang ingin naik kelas atau teruji hasil belajarnya dalam kurun
waktu tertentu tidak terlepas dari ujian-ujian atau evaluasi pembelajaran, disini
akan terlihat pembeda siapa siswa yang unggul dan siswa yang kropos?
Dengan demikian, evaluasi
pembelajaran merupakan satu proses praktik
lapangan dari teori yang telah dipelajari selama belajar. Keberhasilan
dalam ujian adalah harapan semua peserta didik. Namun, pada kenyataannya tidak
semua peserta didik dapat mencapai hasil atau prestasi yang baik sesuai
harapan. Bahkan tidak sedikit peserta didik yang tidak lulus dan harus
mengulang/ diremedial.
Persiapan yang matang adalah
sebuah keharusan mutlak untuk mencapai suatu keberhasilan dalam menghadapi
ujian. Karena pepatah bijak mengatakan ‘persiapan yang matang merupakan
setengah dari kesuksesan, kurang persiapan berarti merencanakan kegagalan,
harapan yang ditargetkan tidak akan tercapai’. Siap atau tidak siap seorang
pembelajar tetap harus menjalani ujian, mulai dari ulangan harian, ulangan
tengah semester, ulangan akhir semester sampai ujian nasional.
Seorang pembelajar yang baik
adalah memfokuskan diri untuk mempersiapkan hal-hal penting yang menunjang pada
kesuksesan sebuah ujian. Secara umum menurut Alif Firdausi dalam bukunya
Rahasia Para Bintang dan dari berbagai referensi ada empat strategi yang dapat
dipersiapkan peserta didik dalam menghadapi UJIAN.
Pertama, Persiapan
Fisik.
Kesehatan merupakan kesehatan
merupakan modal utama siswa untuk melakukan kegiatan belajar, karena dengan
kondisi kesehatan yang baik, fit, dan bugar siswa dapat belajar, mengikuti
ulangan dan ujian dengan baik pula. Jika kondisi kesehatan terganggu, belajar
dan menjalani ujian jelas akan terganggu. Oleh karena itu, untuk mencapai
kesehatan yang baik, disarankan tidur yang cukup, makan makanan yang halal dan
bergizi (halalan thoyyiban), lakukan olah raga secukupnya. Yang tidak
kalah pentingnya siswa harus menjauhkan diri dari hal-hal yang berbahaya atau bias
menimbulkan kecelakaan, karena siswa tidak menginginkan saat ujian nanti mengerjakannya
di rumah sakit.
Kedua, Persiapan Mental (emosi/psikologis)
Menjelang
ujian siswa harus memiliki kestabilan mental/emosi, karena hal ini merupakan faktor
sangat penting untuk menunjang keberhasilan ujian. Untuk menjaga kestabilan
mental/emosi, peserta didik seyogyanya menenangkan hati dan pikiran (Colling
Down), jauhkan diri dari keributan, bertengkar, melakukan sesuatu yang
membuat orang tua marah, aksi naksir cewek atau cowok, bersikap terlalu percaya
diri (over confident) berprasangka buruk kepada orang lain. Pokonya tata
hati dan pikiran setenang mungkin (enjoy), insya Allah dengan hati yang
tenang dan pikiran yang jernih , masa ujian akan dilalui dengan antusias (bersemangat,
bergairah). Dengan mental/emosi yang stabil insya Allah tidak akan menemui
kendala yang berarti, sebaliknya melalui masa ujian dengan penuh kegembiraan
dan berbobot (GEMBROT).
Ketiga, Persiapan Ruhani
Persiapan
ruhani merupakan bagian yang sangat penting disamping persiapan fisik dan
mental/emosi. Sadarlah bahwa kita hanyalah makhluk Allah yang hanya bisa
melakukan usaha semata. Sementara ketentuan dan hasil hanyalah Allah yang
menentukan. Dalam persiapan ruhani penulis sarankan lakukanlah hal-hal berikut:
- Dirikanlah salat fardhu lima waktu, karena salat adalah mediator/penbolong yang menghubungkan seorang hamba dengan al Kholiq Sang Pencipta, yang senantiasamenurunkan pertolongan dan solusi bagi hamba-hamba-Nya yang menegakkan salat. Wasta’iinuu bish shabri wash sholati (QS al Baqarah:45) “dan jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu”.
- Dirikanlah salat malam (tahajjud)
Dari Abu Hurairah ra,
berkata, Rasulullah SAW bersabda: Setiap malam Rabb kita turun ke langit
dunia itu pada sepertiga malam yang akhir, Allah berfirman:”siapakah yang
berdoa kepada-Ku? Maka Aku kabulkan doanya, siapakah yang meinta kepada-Ku?
maka Aku penuhi permintaannya, siapakah yang memohon ampun kepada-ku? Maka Aku
ampuni dosanya”. (HR. Bukhari Muslim). Jelaslah hanya orang-orang yang
melaksanakan salat tahajjud yang bisa mendapatkan kesempatan tersebut.
- Senantiasa berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT
Doa adalah senjata
ampuh yang tidak terhadang, melebihi kehebatan pedang yang tajam atau tombak
yang runcing, bahkan senjata canggih sekalipun. Manusia dengan segala
kelemahannya, ternyata menyimpan kekuatan dahsyat dalam doanya. Oleh karena
itu, jangan segan-segan berdoalah kepada Allah dalam setiap kesempatan, mintalah keterangan dan ketenangan hati
sehingga Allah memberikan kemudahan, kelancaran dalam menjalani ujian, mintalah
yang dipelajari keluar dalam ujian.
- Mintalah doa restu dari kedua orang tua, guru-guru yang telah menjadi jalannya ilmu (guru TK, SD, SMP, dan guru spiritual/ngaji)
Kunjungi mereka dan mintalah
kepada mereka untuk mendoakanmu semoga berhasil dalam ujian. Sebaliknya doakan
juga mereka semoga diberikan keberkahan hidup.
- Banyaklah berdzikir dan membaca al Quran
Dengan banyak
berdzikir dan membacakan al Quran pada setiap kesempatan, Insya Allah akan
menyebabkan hatimu menjadi tenang dan terang. Firman Allah SWT:
“sesungguhnya banyak
mengingat Allah (dzikir) hati akan menjadi tenang”. (QS Ar Ra’du:28)
Ketahuilah sebaik-sebaik
berdzikir adalah membaca al Quran.
- Jauhilah ma’siat dan dosa besar, karena hal tersebut akan membuat hatimu menjadi resah dan hidupmu tidak berkah. Ma’siat dan dosa besar salah satunya dengan sengaja meninggalkan shalat fardhu.
Keempat, Persiapan
Ilmu (materi pelajaran)
Keberhasilan menjalani ujian,
diperlukan ilmu yang memadai, pemahaman materi yang mendalam. Oleh karena itu,
belajar yang lebih giat dan bersemangat harus terus dikobarkan. Hal ini
mengingat materi pelajaran relatif lebih banyak (beberapa Bab) dan tingkat
kesulitan materi pelajaran lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Disarankan peserta
didik belajar secara mandiri terjadwal dan belajar kelompok terjadwal.
Belajar mandiri bisa
dilakukan dengan cara membaca buku catatan, buku-buku di perpustakaan, berlatih
dengan soal-soal latihan. Karena buku catatan dan latihan soal adalah salah
satu sumber jawaban dari seluruh pertanyaan ujian. Belajar kelompok dapat
dilakukan dengan membahas, mendiskusikan materi yang dianggap sulit. Dengan diskusi
peserta didik dapat bertukar informasi, pendapat, dan saling menimba pengalaman
masing-masing. Dengan suasana belajar seperti ini Insya Allah tidak akan
‘BETE’ justru akan lebih enjoy
dan fun, betul tidak?
Untuk menambah keyakinan akan
sukses dalam menjalani ujian, jangan pernah memikirkan kegagalan, hilangkan
berbagai gambaran negatif (pesimis), karena hal itu akan melemahkan motivasi
dan harapan. Sebaiknya peserta didik menata hati dan membangun pikiran positif
(optimis) dari sekarang. Fokuskan pikiran kepada belajar, bayangkan
kesuksesanmu, bangun impianmu untuk berhasil. Dengan demikian usahamu untuk
mencapai tujuan dan harapan akan semakin gigih. Rintangan dan kesulitan yang
dihadapi anggap sebuah tangga yang akan mengantarkan pada kesuksesan.
Pada saat ujian, setidaknya
ada delapan langkah yang harus peserta didik lakukan:
- Datang ke sekolah lebih awal dengan persiapan yang mantap
Usahakan datang ke
tempat ujian 30 menit sebelum masuk, dan perlengkapan untuk ujian jangan sampai
ketinggalan, mulai dari kartu ujian, papan dada, pensil, pulpen, penghapus, dan
yang lainnya. Insya Allah dengan datang lebih awal dan perlengkapan yang
komplit dijamin akan sangat membantu konsentrasi selama mengerjakan ujian.
- Baca petunjuk perintah
Baca petunjuk perintah
dengan teliti, karena banyak peserta didik yang mengalami kegagalan ujian hanya
gara-gara menganggap remeh petunjuk perintah.
- Duduk rileks dan waspada
Duduklah di kursi
dengan rileks, taruhlah tangan di atas paha, kendorkan seluruh otot,
persendian, dan tenangkan pikiran.
- Berdoa, tenang dan percaya diri
Berdoalah kepada Allah
agar diberikan ketenangan, kemudahan, dan kefahaman dalam mengerjakan soal-soal
ujian. Tariklah nafas dalam-dalam melalui hidung, saat menarik nafas gambarkan
seolah-olah Ananda sedang menghirup keyakinan dan kepercayaan diri. Keluarkan nafas
melalui mulut dengan membayangkan seolah Ananda sedang mengeluarkan seluruh
ketakutan, kecemasan, dan kebimbangan.
- Bila waktu luas, priview soal-soal
Luangkan 10% dari
waktu keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam,
tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab
masing-masing soal.
- Jawab soal-soal ujian dengan strategi
Mulailah menjawab
pertanyaan yang mudah dan tentunya sudah diketahui pasti jawabannya. Kemudian baru
menjawab soal-soal yang dianggap sulit.
- Periksa ulang jawabannya
Sisihkan 10% waktu
untuk memeriksa ulang jawaban, dan ada baiknya periksa lagi lembar jawaban (LJK)
mulai dari identitas sampai kepada jawaban, mungkin saja ada yang terlewat atau
kurang tebal bulatannya.
- Ucapkanlah hamdallah
Selesai mengerjakan
ujian, ucapkanlah hamdallah ”Alhamdulillaahi Robbil ‘Alamiin”. Sebagai tanda
syukur atas limpahan karunia Allah. Kemudian sabar dan tawakkal, serahkan
segalanya kepada Allah, semoga Allah memberikan yang terbaik.
Akhirnya dengan meluruskan niat, membulatkan
tekad, dan menyempurnakan ikhtiar lahir dan bathin, mudah-mudahan Allah SWT
mentakdirkan para siswa berhasil dan lulus dengan nilai yang terbaik serta ada
dalam ridha Allah SWT. Amiin
“Bersiaplah menghadapi ujianmu dan bersabarlah menghadapin
Langganan:
Postingan (Atom)